LAZISNU REMBANG BERBAGI BERKAH BERSAMA 100 DHUAFA’
Bertempat di Gang Kulit no 3 di salah satu ketua syuriah, PC. LAZISNU Kab
Rembang menyambut Ramadhan 1438 H dengan mengadakan acara kirim donga arwah dan pembagian zakat maal kepada dhu’afa yang
berada di ranting desa Sawahan.
Menurut H. Abdul Rosyad Siddiq selaku ketua koordiator kegiatan Romadhon,
acara pembagian zakat maal kepada 100 mustahiq dimulai pukul 16.00 WIB. Acara
yang juga dihadiri Ketua Syuriah dan Tanfidziah PCNU, ketua BAZNAS Kab Rembang, dan ketua LDNU serta
relawan LAZISNU ini diawali dengan tahlil. Bacaan tahlil ditujukan kepada keluarga hadirin yang telah meninggal. .
Dalam sambutan sebagai ketua LAZISNU, H. Muslih Musthofa menyampaikan bahwa Lazisnu di bulan ini akan segera melaksanakan beberapa kegiatan sosial
di antaranya buka bersama dhuafa’ di
beberapa desa se kecamatan Rembang dan
program berbagi berkah bersama 100 anak
yatim. Santunan anak yatim akan diselenggarakan hari selasa tanggal 13 Juni
bertempat di Sanggar Cakraningrat.
Kegiatan ini bekerjasama dengan dalang kondang dari Rembang, Ki Sigit Ariyato, S.Sn
Sebagai tuan rumah, KH. Drs. M. Taschin memberikan sambutan dan mengupas secara
bernas tentang penampakan amal sedekah yang disarikan dari surat al baqarah
ayat 271. Menurut beliau, menampakkan amal sedekah itu mendapatkan privilidge
tersediri dan diakui dalam kitab suci
sebagai amal yang baik.
Ketua Tanfidziyyah PC Nahdlatul Ulama’- Bapak KH. Ahmad Sunarto, mendapat
kehormatan untuk secara simbolis menyerahkan santunan kepada salah satu mustahiq zakat. Acara ini
diakhiri dengan tausiyah dari KH. Ahmad Hazim Mabrur selaku ketua Syuriah PCNU
Kab. Rembang sekaligus ditutup dengan doa.
Dalam wejangannya, Rais Syuriah menekankan atas kewajiban sosial yang harus
dipikul setiap muslim dan ajakan untuk bergerak untuk kehidupan yang lebih
baik. “Sekarang anda menerima zakat dan janganlah berdoa untuk tahun depan agar menerima zakat lagi. Akan tetapi berdoalah agar tahun
depan dapat memberi zakat”
Di samping
itu pula diselipkan seruan bahwa dalam menyambut dan memulai hari pertama puasa
Ramadlan dengan mengadakan tarawih ini, kita semua tidak usah terburu-buru dan
tetap harus berpegang kepada hasil resmi sidang itsbat yang akan diumumkan
pemerintah.

